Senin, 18 April 2011

 Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2011-2012
MAN Tambakberas Jombang

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tambakberas Jombang berada di dalam pengawasan dan pembinaan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.
MAN Tambakberas menerima peserta didik baru untuk program :
  1. Kelas Reguler
  2. Kelas Unggulan
  3. Kelas Keterampilan:
  • Keterampilan Otomotif (1 kelas Putra)
  • Keterampilan meubelair (1 kelas Putra)
  • Keterampilan Tatabusana (1 kelas putri)
Waktu & Tempat Pendaftaran,
Pendaftaran dibuka mulai tanggal 11 Juni 2011 s/d. 4 Juli 2011
Waktu : Pukul 08.00 – 13.00 WIB
Tempat : Kantor Pusat MAN Tambakberas (PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang) Jl. Merpati Tambakberas Jombang.
Telp.(0321) 862352, 08283481330 Fax. (0321) 855537

Syarat Pendaftaran,
  1. Mengisi formulir pendaftaran
  2. Menyerahkan fotocopi ijazah dan SKHUN MTs/SMP yang telah di legalisir sebanyak 2 lembar.
  3. Menunjukkan Ijazah dan SKHUN aslinya.
  4. Menyerahkan fotocopi NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) sebanyak 2 lembar.
  5. Menyerahkan pas photo hitam putih 3x4 sebanyak 12 lembar.
  6. Menyerahkan fotocopi Kartu Keluarga (KK) sebanyak 2 lembar.
  7. Menyerahkan fotocopi prestasi akademik (sertifikat/piagam) bagi yang memiliki, masing-masing 2 lembar.
  8. Membayar biaya pendaftaran Rp 75.000,- .
  9. Menyerahkan fotocopi hasil test IQ, bagi yang memiliki, sebanyak 2 lembar.
Waktu Tes Seleksi
Tes dilaksanakan pada hari Selasa, 5 Juli 2011 jam 08.00 – 12.00 WIB.

Materi Tes,
Materi yang diujikan:
  1. Kelas Reguler : Tes tulis dan praktik ibadah serta baca Al-Qur’an.
  2. Kelas Unggulan: (1) Ujian Tulis: Matematika, IPA/sains, Bahasa Inggris, dan (2) Ujian Praktik: Praktik Ibadah, Membaca Al-Quran.
  3. Kelas Keterampilan: (1) Ujian Tulis: Pengetahuan Dasar tentang Keterampilan dan (2) Ujian Praktik: Praktik Ibadah, Membaca Al-Qur’an.
Pada saat tes, peserta wajib membawa pencil 2B (koreksi menggunakan scanner).

Pengumuman Hasil Tes,
Pengumuman hasil tes pada hari Rabu, 6 Juli 2011 jam 08.00 WIB

Daftar Ulang,
Bagi calon siswa yang LULUS seleksi harus melaksanakan daftar ulang dengan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
Pelaksanaan daftar ulang, sejak tanggal 6 – 7 Juli 2011

Masa Orientasi Siswa (MOS)
Pembelakalan siswa baru dilaksanakan pada hari Jum'at, 8 Juli 2011.
MOS dilaksanakan tanggal 9 – 11 Juli 2011

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
Dimulai Senin, 11 Juli 2011
baca yukz...

Sabtu, 12 Maret 2011

Derita Bencana

Selasa, 06/10/2009 06:09 WIB | email | print

Belum habis peluit, belum usai putaran roda. Aku dengar jerit dari Bintaro. Satu lagi catatan sejarah airmata, airmata….
Itulah penggalan lirik lagu Iwan Fals tentang bencana kereta api di tahun 1987. Lagu itu hanya ekspresi salah satu dari sekian banyak bencana dan tragedi yang terjadi di masa lalu. Indonesia punya banyak catatan tentang bencana serupa, misalnya Tampomas, pesawat-pesawat yang terpuruk, bis dan truk yang tabrakan dan terguling, dan lain sebagainya.

Bencana, memang sudah menjadi salah satu kehendak dan ketentuan dari Allah swt. Walau bencana masih bisa dihindari dengan doa dan perbuatan amal shaleh, tetapi pada intinya bencana selalu sama: memberikan kehilangan yang besar kepada siapapun yang ditinggalkan. Dan kehilangan—sejalan dengan kematian yang juga telah ditentukan oleh Allah swt, akan terjadi pada semua yang bernyawa, dengan berbagai cara.
Namun, jika kita perhatikan beberapa tahun terakhir ini, ada perbedaan besar antara bencana kemarin dan hari ini. Bencana-bencana besar pada masa lalu lebih banyak adanya campur-tangan manusia—human’s error. Siapa menyangkal jika dalam tragedi Bintaro atau Tampomas, ada kesalahan prediksi atau perhitungan secara mekanisme? Bencana-bencana besar yang berasal dari alam tercatat hanya terjadi dalam rentang sekian tahun. Misalnya meletusnya gunung Galunggung di Jawa Barat.

Namun sekarang, bencana yang terjadi sudah di luar kekuasaan dan campur tangan manusia. Apa yang bisa dilakukan secara teknis oleh manusia ketika Tsunami Aceh terjadi dan menelan ribuan korban? Pun begitu dengan yang terjadi baru-baru ini di Tasik dan Sumatra Barat. Bencana-bencana itu melindas tiba-tiba. Dan mungkin terjadi ketika tak seorang pun pernah berpikir di sekitarnya tak akan pernah terjadi murka alam. Ketika Tsunami Aceh menghantam, para penduduk di salah satu wilayah yang sekarang terkena bencana berujar, “Kami ini jauh dari laut. Jadi tidak mungkin lah akan terjadi sesuatu yang mengerikan kepada kami.” Sekarang, kalau Allah swt sudah menghendaki, apa yang bisa menghalangi?
Lantas, apa yang bisa menghindarkan bencana-bencana itu datang kepada kita? Apakah kita tetap akan melanjutkan hidup begitu saja, sembari terus bersikap, jika ketentuan Allah swt telah berlaku, ya sudah terjadi-lah? Seperti yang sudah disebutkan di atas, doa dan perbuatan amal sholeh diyakini bisa mengubahnya. Jika Allah swt mendengarkan hamba-Nya yang berbuat baik dan taqwa, apa sulitnya bagi Allah swt untuk mengubah semua apapun di dunia ini?

Bencana hari ini, mungkin bisa kita renungkan dari penggalan lagu Ebiet G. Ade: Tuhan pasti telah memperhitungkan, amal dan dosa yang kita perbuat…. (sa) baca yukz...

Minggu, 23 Januari 2011

Lapan Belum Teliti Tanda Mirip UFO di Sleman

Senin, 24 Januari 2011 - 09:38 wib

Carolina Christina - Okezone
Ilustrasi Crop Circle (Foto: Ist)
JAKARTA - Pihak Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengaku belum melakukan penelitian secara mendalam soal tanda yang diduga bekas pendaratan pesawat Unidentified Flying Object (UFO) dari planet lain di  Dusun Kracakan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, DIY.

"Kami dari Lapan sejauh ini belum melakukan penelitian," ujar Kepala Bagian Humas Lapan Ely Kuncahyo Wati saat dihubungi okezone, Senin (24/1/2011).

Menururtnya, apa yang terjadi di Sleman, Yogyakarta, sejauh ini masih diperkirakan sebagai rekayasa karena selama ini Lapan belum bisa membuktikan kebenaran soal UFO. "Banyak kejadian soal dugaan UFO akan tetapi secara science belum pernah dibuktikan jika itu benar UFO," ucapnya lagi.

Sebelumnya,  warga Dusun Kracakan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, DIY dihebohkan dengan pemandangan aneh di lokasi persawahan dusun setempat. Pemandangan aneh itu berupa robohnya batang padi yang membentuk beberapa lingkaran besar dan kecil.

Anehnya, lingkaran batang padi yang roboh tersebut seperti tulisan kaligrafi. Sedangkan besarnya lingkaran diperkirakan antara 15-20 meter. Bahkan, ada yang menduga pemandangan aneh itu merupakan bekas pendaratan pesawat Unidentified Flying Object (UFO) dari planet lain.(crl)
baca yukz...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hostgator Discount Code