Sekretaris Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Agoes Triboesono mengatakan rasio elektrifikasi di NTT masih sangat rendah, yakni 27,5 persen, sehingga sekitar 72 persen warga belum menikmati listrik.
"Masih banyak warga NTT yang belum menikmati listrik," katanya ketika berbicara pada "Sosialisasi Peningkatan Pemahaman Masyarakat dalam Pemanfaatan Tenaga Listrik" di Kupang, Jumat 17 Juni 2011.
Dana itu, menurut dia, akan digunakan PLN untuk terus mengembangkan jaringan sampai ke desa-desa sehingga prediksi elektrifikasi 72 persen bakal tercapai pada akhir tahun ini.
Untuk mencapai elektrifikasi itu, kata dia, PLN menjalankan program listrik perdesaan dan membangun sejumlah pembangkit listrik di NTT yang segera beroperasi tahun ini.
Pembangkit listrik yang telah dibangun, antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) berkapasitas 4x2,5 Megawatt (Mw) di Kabupaten Manggarai yang akan segera beroperasi.
Selain itu, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bolok berkapasitas 2x15 Mw akan beroperasi pada 2012, dan PLTU Atambua berkapasitas 4x6 Mw, serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Ndunga di Ende berkapasitas 2x1 Mw.
Tiga pembangkit listrik itu merupakan bagian dari 11 pembangkit yang akan beroperasi di NTT mulai akhir 2011.
Sementara itu, Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan minimnya investasi di daerah ini diakibatkan ketiadaan listrik. "Banyak investor tanya, di NTT ada listrik ? Saya jawab ada," katanya.
Gubernur mengakui sejumlah perusahaan atau investor belum bisa membangun pabrik di NTT karena terbentur masalah listrik. Selain itu, industri rumah tangga belum berkembang karena terbentur masalah listrik. "Industri rumah tangga juga butuh listrik," katanya.
http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2011/06/17/brk,20110617-341347,id.html





Tidak ada komentar:
Posting Komentar