Kamis, 30 Desember 2010

wisata kakek bodo

Berwisata Ke Wisata Alam Air Terjun Kakek Bodo

Rasa-rasanya hari berlalu begitu cepat kalau kita sedang menghabiskan masa liburan yang begitu menyenangkan bersama teman-teman kantor. Seperti yang baru saja kita lakukan ketika kita semua, saya mas hendra, mas Irul, pak john, bos soim di tempat wisata alam ait terjun Bakek Bodo Prigen, Pasuruan Jawa Timur. Ini adalah tempat wisata yang begitu menakjubkan bagi kami. Detail tentang wisata Air Terjun Kakek Bodo Adalah sebagai berikut.
Sebelum Anda memasuki area wisata Anda akan diharuskan untuk membayar uang parkir sebesar Rp 3000 per motor. Untuk mencapai tempat parkir anda harus extra hati-hati karena jalan menuju tempat parkir sangatlah menanjak. Setelah Anda melewati sekitar 20 meter dari tempat parkir akan ada tempat pembelian tiket masuk seharga Rp 4100 perkepala.
Ketika Anda sudah mendapatkan tiket maka anda bisa langsung menuju obyek wisata air terjun kakek bodo dengan menempuh jarak kurang lebih satu kilometer dengan berjalan kaki. Sepanjang perjalanan anda akan di sambut beberapa ekor kera yang menghuni pegunungan tersebut, semak yang menandakan masih asrinya daerah wisata ini. Sembari menaiki anak tangga anda bisa melihat pemandangan di kaki gunung yang indah.
Di sepanjang jalan menuju air terjun anda juga bisa membeli makan di tepi jalan. Nah, masih di jalan menuju air terjun, anda bisa melihat adanya makam Kakek Bodo yang berada di sebelah timur jalan setapak yang anda lewati yang juga menandakan air terjun sudah dekat, hanya berjarak 100 meter. Setelah Anda sampai maka anda bisa mendengarkan gemuruhnya air yang jatuh dari ketinggian sekitar 50 meter.
Air terjun ini di kelilingi dengan bebatuan yang di topang oleh akar-akar pepohonan. Kurang puas dengan melihat air terjun anda bisa menikmati dinginnya air terjun dengan mandi dibawah air terjun yang mengalir dengan derasnya dan juga jernih. Tetapi pastikan bahwa Anda akan tahan dengan dinginnya air pada air terjun ini.
Setelah anda puas dengan menikmati dinginnya ait terjun Kakek Bodo anda juga bisa menikmati obyek wisata yang lainnya yaitu menelusuri jalan setapak yang menanjak menuju ke Gunung Arjuna dan Gunung Welirang yang berada di sebelah barat air terjun Kakek Bodo. Namun pastikan anda memiliki cukup bekal dan energi untuk bisa menaklukkan pajangnya jalan setapak menuju kedua gunung tersebut. Namun jika itu bukan menjadi pilihan obyej setelah air terjun maka anda bisa menikmati berenang di kolam renang dengan hanya membayar karcis masuk yaitu sebesar Rp 3000 per kepala.
Nah Bagaimana apakah Anda tertarik? Jika demikian anda dengan mudah bisa mencapainya dengan kendaraan roda 2 ataupun kendaraan roda 4. Akses menju kesana sangatlah mudah. Anda hanya perlu mengikuti jalan menuju Polsek Prigen-Ambil arah Kekiri dan ikuti sepanjang jalan raya tersebut, maka dengan mudah anda akan bisa menemukan Wisata alam Air terrjun Kakek Bodo.
Namun sayang penulis tidak bisa berbagi pengalaman melalui gambar karena seminggu sebelum liburan kamera kami hilang. Namun Anda bisa mencobanya langsung untuk merasakan dinginnya air terjun Kakek Bodo.

baca yukz...

Senin, 27 Desember 2010

lebah madu

Lebah madu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

?Lebah madu
Bee on topped lavendar.jpg
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Hymenoptera
Famili: Apidae
Bangsa: Apini
Genus: Apis
Linnaeus, 1758
Spesies
Apis andreniformis
Apis cerana, atau lebah madu timur
Apis dorsata, atau lebah madu raksasa
Apis florea, atau lebah madu kerdil
Apis koschevnikovi, atau lebah asal Kalimantan
Apis mellifera, atau lebah madu barat
Apis nigrocincta, atau lebah madu asli Sulawesi
Lebah madu mengumpulkan serbuk sari.
Apis cerana yang membentuk bola disekeliling dua ekor tawon. Panas tubuhnya akan membunuh tawon tersebut.
Lebah madu mencakup sekitar tujuh spesies lebah dalam genus Apis, dari sekitar 20.000 spesies yang ada. Saat ini dikenal sekitar 44 subspesies. Mereka memproduksi dan menyimpan madu yang dihasilkan dari nektar bunga. Selain itu mereka juga membuat sarang dari malam, yang dihasilkan oleh para lebah pekerja di koloni lebah madu.
Lebah madu yang ada di alam Indonesia adalah A. andreniformis, A. cerana dan A. dorsata, serta khusus di Kalimantan terdapat A. koschevnikovi.

Sejarah lebah madu

Lebah madu telah di kenal oleh manusia sejak jaman budaya-budaya kuno beberapa ribu tahun yang lalu. Dalam Bibel pada bagian perjanjian lama disebutkan Manna diturunkan Allah di Padang Pasir Sinai sewaktu Nabi Musa memimpin umat Israel yang tersungut-sungut karena kekurangan makanan. (Keluaran 16:13-35) Manna (honeydew) diartikan sebagai makanan dari surga karena enaknya (Sihombing D.T.H,1997, Ilmu ternak Lebah Madu Madu, UGM Press, Yogyakarta).
Al Qur'an juga menempatkan secara istimewa lebah madu menjadi sebuah judul yaitu An Nahl (lebah Madu). dalam salah satu ayatnya (Surah An Nahl ayat 68-69 tertulis: Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu dan di tempat-tempat yang dibuat oleh manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah di mudahkan. Kemudian dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang berpikir.
Pembudidayaan lebah madu yang kini populer berasal dari kawasan Laut Tengah (Afrika Utara, Eropa selatan dan Asia Kecil) yang selanjut menyebar ke seluruh wilayah dunia. (Sihombing D.T.H:1997). Bangsa Mesir Kuno membuat corong dari tanah liat sebagai sarang lebah, kemudian dari keranjang anyaman. Di Afrika lebah madu dipelihara dalam bongkahan kayu berbentuk silinder dan sarang tersebut digantung di pohon. Bangsa Rusia sebagai pengembang lebah madu secara modern, malahan disebut sebagai daerah lahan madu. Rusia mulai mengembangkan peternakan madu sejak abad ke 10 hingga kini secara besar-besaran. Mereka yang menemukan sarang lebah madu yang bisa dipindah-pindahkan, teknik tersebut diperkenalkan oleh Peter Prokovich (1775-1850).

Pranala luar


baca yukz...

es di kutub mencair

baca yukz...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hostgator Discount Code