Senin, 30 Mei 2011

manusia kawat

Manusia Kawat, Mbah Liem sep3nd@pat dengan Ki Joko Bodo

SAMARINDA - Mbah Liem, paranormal yang terkenal di Kaltim karena sepak terjang ritualnya mendampingi Bupati (nonaktif) Kutai Kartanegara Syaukani Hasan Rais sepakat dengan Ki Joko Bodo bahwa Noorsyaidah terkena santet. “Tidak salah lagi ia itu kena santet tenung. Santet ini tidak membunuh, tapi sifatnya hanya menyakiti sampai yang menyantet itu puas. Yang menyerangnya itu adalah orang yang sangat membenci. Ia itu punya dendam pribadi yang sudah memuncak,” ujar Mbah Liem saat dihubungi Tribun Kaltim, kemarin.
Ia mengatakan, yang menyantet Noorsyaidah adalah pendatang, bukan suku asli Kalimantan. Untuk bisa sembuh, Noorsyaidah harus diobati dengan ritual sajen adat si penyantet tersebut. “Tidak ada jalan lain ia harus lakukan ritual. Santet itu harus dilawan dengan santet yang lebih tinggi,” katanya.
Seperti halnya Ki Joko Bodo, Mbah Liem juga mengatakan, santet itu tidak mungkin disembuhkan dengan cara berobat ke dokter. Karena kawat yang tumbuh di perut Noosyaidah telah berlangsung 17 tahun. Mbah Liem menganggap santet itu sangat kuat. “Ini bukan santet beli dari dukun. Tapi, yang menyantet itu adalah orang yang punya dendam pribadi dengan korban,” katanya.
Ketika diajak untuk menyembuhkan Noorsyaidah, Mbah Liem mengaku siap. Ia mengatakan akan berangkat ke Kaltim dengan catatan ada orang yang mau mempersiapkan syarat-syaratnya. Syarat-syarat yang dimaksudnya itu adalah bagian yang harus dipenuhi dalam ritual penyembuhan.
Seperti kelapa muda, ayam hitam, dan telur. Sebagai media perantara dengan penyantet, Mbah Liem meminta potongan kawat yang telah diambil dari perut Noorsyaidah. “Insya Allah bisa sembuh. Saya butuh kawat dari perutnya itu perlu sebagai media penghubung. Nanti akan muncul wajah yang menyantet dari dalam air yang saya taruh pada mangkuk. Saya akan serang balik dan mengobat. Tidak perlu takut, saya akan korbankan binatang. Nanti kalau syarat-syarat ini dipenuhi saya akan datang dan bisa disaksikan bagaimana ritualnya,” kata Mbah Liem.
Tentang apa yang dialami Noorsyaidah, spesialis penyakit dalam Prof Dr dr HR Moh Yogiantoro Sp PD-KGH menduga kuat kondisi itu sebagai sesuatu di luar jangkauan diagnosa medis. Namun, dari sisi medis, mungkin saja sebagai manusia Noorsyaidah mengalami kelainan anatomi, metabolisme, dan kejanggalan (anomali) lain, seperti tumor dan kanker, sehingga muncul kawat-kawat dari perut dan dadanya.
“Cuma ini memang aneh. Yang jelas, ada kondisi tertentu yang bisa disebut sebagai penyakit nonmedis dan itu memerlukan pengobatan dari ahli lain. Inilah yang kemungkinan besar berhubungan dengan kasus yang dialami Noorsyaidah,” kata spesialis dari RSU Dr Soetomo Surabaya yang akrab dipanggil Prof Yogi ini.
Menurut Prof Yogi, pada beberapa kasus penyakit, ada yang memerlukan penyelesaian medis dan nonmedis sekaligus. Namun, ada pula yang cukup ditangani secara nonmedis, sedangkan penanganan medisnya kurang bermanfaat.
Namun, ketika diminta menyebutkan tindakan nonmedis seperti apa yang bisa digunakan untuk menangani kasus Noorsyaidah, Prof Yogi menyebut hal itu tergantung dari kemauan si penderita sendiri. Ketika didesak, apakah menggunakan cara gaib, Prof Yogi menyebut kemungkinan ke arah tersebut selalu ada.
“Percaya kepada Allah SWT, itu saja sudah merupakan bagian dari cara gaib. Begitu juga penyakit nonmedis, mungkin saja gaib. Sebab, hal itu sudah di luar jangkauan dunia kedokteran yang konvensional,” tandasnya.
Pemerhati dan praktisi supranatural sahabat Prof Yogi, KH Ir Agus Ubaidilah, ketika ditanya tentang kasus yang dialami Noorsyaidah membenarkan bahwa penyakit yang diderita wanita itu terjadi akibat kiriman benda gaib yang dibuat oleh manusia. Untuk pengobatannya, tutur Agus, tidak bisa dilakukan melalui medis.
“Kalaupun ia pernah menggunakan pengobatan medis ternyata berhasil, tapi begitu kembali ke Samarinda kawat itu ternyata bermunculan lagi. Ini menunjukkan bahwa penyakitnya sudah di luar medis,” kata KH Agus.
Dari penerawangan jarak jauh yang dilakukannya dengan melihat foto dan ejaan nama Noorsyaidah, pria yang tinggal di Sidoarjo ini mengaku, ada sesuatu yang buruk yang ditanamkan di rumah Noorsyaidah. Hal buruk itulah yang kemudian membuat munculnya kawat-kawat dari perut dan dadanya.
“Perlu proses penanganan yang panjang untuk mengobati Ibu Noor ini. Karena hal gaib itu telah ditanamkan pada dirinya sejak lama,” kata Agus.
info http://www.kompas.com/ baca yukz...

Dede “Manusia Pohon” Indonesia




Dede, seorang nelayan mengalami luka gores saat masih remaja. Anehnya, setelah itu beberapa bagian tumbuhnya ditumbuhi sejenis kutil menyerupai akar pohon.
Kondisi Dede (35 tahun), seorang nelayan, sungguh sangat mencengangkan para ahli medis ketika melihat kutil-kutil seperti “akar pohon” tumbuh di lengan dan kakinya. Menurutnya, keadaan bagian tubuhnya itu mulai terjadi perubahan setelah lututnya tergores semasa remaja dulu.
Karena kelainan pertumbuhan fisik, Dede tidak mampu menjalani tugas-tugas seharian. Tragisnya, dalam kondisi miskin karena tak bisa bekerja dengan baik, ia ditinggalkan istrinya. Dede lalu terpaksa membesarkan dua anaknya yang kini berusia belasan tahun. “Saya hanya bisa pasrah dengan takdir ini. Apalagi para dokter yang memeriksa saya, tidak sanggup mengobati penyakit saya,” katanya. Untuk menafkahi keluarganya, dia bergabung dengan hiburan keliling "Pertunjukan Mengerikan" bersama para penyandang penyakit aneh lainnya.
Namun, kepasrahan hatinya itu, ternyata berbuah pengharapan bagi kesembuhan penyakitnya. Seorang pakar dermatologi asal Amerika yang terbang menuju tempat tinggal Dede di selatan Jakarta mengungkapkan, telah mengidentifikasi penyakitnya.
Usai memeriksa sample luka dan darah Dede, Dr Anthony Gaspari dari Universitas Maryland menyimpulkan penyakit yang dideritanya itu disebabkan sebuah virus diberinama human papilloma virus (HPV). Pada umumnya, virus ini menyebabkan terjadi infeksi sehingga kutil-kutil kecil tersebut berkembang pada tubuh si penderita.
Masalah yang dialami Dede, menurut Gaspari, ia hanya memiliki sifat genetik yang angka sehingga menghalangi sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, virus tersebut menguasai “mesin seluler” sel-sel kulitnya sehingga terbentuklah kutil-kutil aneh dalam jumlah besar yang tumbuh seperti pohon di tangan dan kakinya.
“Jumlah sel darah putih pada diri Dede pun sangat rendah. Saya semula mengira dia mengidap virus AIDS. Namun sejumlah tes menunjukkan dirinya tidak mengidap virus tersebut sehingga memperjelas kesimpulan bahwa kondisi Dede adalah sesuatu yang langka dan lebih misterius,” katanya.
Di luar dari penyakit anehnya, Dede menjalani kehidupannya dengan sehat tidak seperti penderita lain yang mengalami gangguan dengan sistem kekebalan tubuh dan baik orang tuanya maupun saudara-saudaranya tidak ada seorang pun yang menderita kelainan seperti itu. “Kondisi seperti dia ini diperkirakan kurang dari satu dalam sejuta orang,” ujar Gaspari.
Gaspari yang terlibat dalam kasus ini melalui Discovery Channel merasa yakin bahwa kondisi Dede bisa disembuhkan dengan mendapatkan sintetis vitamin A setiap harinya yang bisa menahan pertumbuhan kutil-kutil tersebut.
“Dia tidak akan memiliki tubuh yang normal dan sempurna, tapi setidaknya ukuran kutil di tubuhnya bisa berkurang dan dia bisa menggunakan tangannya. Selang tiga hingga enam bulan, kutil-kutil tersebut akan menjadi kecil dan jumlahnya kian berkurang. Dia akan menjalani kehidupannya lebih normal lagi,” jelas Gaspari.
Dr Gaspari berharap dia bisa mendapatkan obat-obatan gratis dari sejumlah perusahaan farmasi. Obat-obatan tersebut akan diurus sejumlah dokter Indonesia di bawah pengawasannya. Untuk pemeriksaan lebih lanjut terhadap penyakit langka Dede, dokter ini berniat akan membawanya ke Amerika, namun terganjal hambatan birokrasi dan finansial. THE TELEGRAPH
baca yukz...

Jujur Saja, Tahukah Anda Mengapa Langit Berwarna Biru?

   
corbis
Jujur Saja, Tahukah Anda Mengapa Langit Berwarna Biru?
ilustrasi

TERKAIT :

Sabtu, 15 Mei 2010 02:31 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Mengapa langit berwarna biru? Pertanyaan itu mungkin merupakan yang paling sering terlontar dari mulut anak-anak. Seringkali dijawab seadanya oleh orangtua, misalnya "memang sudah tercipta seperti itu".
Tapi, pernahkah Anda tergelitik mencari jawaban yang sebenarnya? Benarkah sejak dulu langit di bumi sudah berwarna biru?
Jawabannya mungkin tak sesederhana anggapan Anda. Menurut sebuah studi terbaru, hal tersebut berkaitan dengan batu, fosfor, ganggang purbakala.
Sekitar dua juta tahun pertama sejak bumi tercipta, langit kemungkinan berwarna oranye. Meskipun tak ada yang tahu dengan pasti. Namun, berdasarkan komposisi kimiawi pada masa itu, kemungkinan besar komponen utama dari atmosfir adalah methane (CH4), yang tampak ganjil menyelimuti bumi.
Saat ini, komponen atmosfir sebagian besar terdiri dari nitrogen dan oksigen. Sinar matahari menciptakan berbagai warna pelangi, kemudian menyebar melalui molekul udara. Warna biru merupakan warna terbanyak yang terpantul, sehingga mata manusia kemudian melihat warna biru langit yang indah.

Namun, bagaimana perubahannya dari oranye ke warna biru? Sekitar 2,5 miliar tahun yang lalu, muncul kemampuan baru dari makhluk organik untuk  berfotosintesa yaitu kemampuan untuk mengubah sinar matahari, karbondioksida (CO2) dan air menjadi gula.

Kemudian, kelengkapan kemampuan evolusioner itu dimiliki oleh ganggang purba sehingga menjadi sumber makanan yang awet, kemudian tersebar ke lautan seluruh dunia. Hanya satu masalahnya, ganggang membutuhkan lebih banyak gula untuk menyeimbangkan makanannya, mereka butuh nutrisi seperti fosfor.
Dominic Papineau dari Carnegie Institution for Science meyakini, ganggang memperolehnya dari luapan erosi yang sangat besar sekitar 2,5-2 miliar tahun yang lalu, periode ketika atmosfir bumi pertama kali memperoleh suntikan oksigen dalam jumlah besar.
Dari sudut pandang Papineau, terjadinya suntikan oksigen yang sangat besar atau Great Oxidation Event itu terjadi beriringan dengan peningkatan perpecahan benua serta menyebarnya endapatn es. Jadi kemungkinan terjadinya aktivitas teknonik dan perubahan iklim menyebabkan bebatuan kaya kandungan fosfor longsor sehingga masuk ke dalam lautan selama beberapa ratus juta tahun.
Dengan banyaknya asupan fosfor, ganggang kemudian memulai fungsinya, mengeluarkan oksigen untuk memenuhi atmosfir, demikian diungkap Papineu dalam rilisnya. Tak seperti penggunaan pupuk seperti zaman sekarang, yang dapat memicu berbagai ganggang di sungai dan danau.

"Saat ini semua berlangsung sangat cepat dan dilakukan oleh manusia. Kondisi dari makhluk organik benar-benar hanya mengonsumsi okigen. Namun, pada masa Proterozoikum yang terjadi pada skala ratusan juta tahun yang lalu dan secara progresif mengantarkan bumi pada atmosfir yang dipenuhi oksigen," terangnya.
Jadi, menjelaskan mengapa langit berwarna biru tak sulit lagi bukan?
Redaktur: Ririn Sjafriani
Sumber: news.discovery.com
baca yukz...

Senin, 02 Mei 2011

Kenali Dia saat Berbohong

Memang menyebalkan kalau kita dibohongi oleh pasangan kita. Rasanya curiga tapi nggak yakin apa dia bohong atau jujur terhadap kita..Lalu bagaimana cara untuk mendeteksi apakah si dia sedang berbohong? Berikut ini beberapa bahasa tubuh yang mengidentifikasikan kalau si dia sedang berbohong. Pandangan mata Cobalah tatap matanya tatap matanya saat bicara kalau dia bohong biasanya dia tidak berani menatap langsung dan memalingkan wajahnya kearah lain. Tapi ada juga sinyal lainnya seperti menggaruk atau mengusap matanya sekilas. Karena adanya insting untuk membuang tatapan matanya. Patut dicurigai juga jika kamu meminta penjelasan darinya dan dia menjawab pertanyaanmu sambil menaikkan alis matanya seperti ingin meyakinkanmu untuk percaya padanya. Terlalu detail Ketika kamu bertanya padanya “Kamu darimana saja?” Dan ia menjawab “Aku tadi habis dari toko buku di jalan X. Habis beli buku buat tugas mata kuliah ekonomi. Hampir saja aku terjatuh tadi Kakiku jadi terkilir sedikit. Ramai sekali disana banyak diskon jadi aku harus mengantri lama banget deh.” Jika jawaban dia terlalu detail bisa jadi dia sedang sedang berpikir mencari alasan kebohongan dengan pemikiran yang terlalu rinci. Bicara cepat dan tidak jelas Perhatikan kecepatan bicaranya. Jika setelah ditanya dia menjawab pertanyaan dengan cepat dan seperti ingin buru buru menyelesaikan percakapan. Tiba – tiba memuji Ketika kamu tanya tiba tiba dia malah memuji penampilanmu mmhh.. curigalah jika dia tiba-tiba memuji disaat yang tidak tepat siapa tahu dia sedang berusaha mengalihkan arah pembicaraan. Tidak konsisten saat berbicara Jika kamu menanyakan pertanyaan yang sama secara berulang-ulang dan jawaban dia berubah-ubah wah itu merupakan sinyal bahwa dia sedang berbohong karena biasanya orang yang berbohong cenderung tidak konsisten terhadap apa yang dia katakan dan menciptakan kebohongan baru untuk menutupi kebohongan awalnya. Bahasa tubuh yang aneh Perhatikanlah gerak gerik tubuhnya apabila dia tiba tiba terlihat grogi menggaruk hidungnya padahal tidak gatal memegang lehernya meremas tangannya memainkan rambutnya atau membenahi bajunya padahal nggak ada yang salah dengan bajunya. Hal tersebut merupakan sinyal bahwa si dia sedang grogi dan tidak merasa nyaman dengan apa yang sedang dia bicarakan karena dia berbohong. (noe/noe) sumber : http://www.bergaul.com baca yukz...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hostgator Discount Code